Rangkuman PPKn K-2013 Perubahan 2016

Antara Strategi Pembelajaran, Motivasi, dan Emosional siswa


Siswa ikut dalam belajar di kelas karena pembelajaran yang disajikan guru itu menarik, menyenangkan dan berguna untuk mereka.  Bila pembelajaran yang disajikan guru itu mengandung salahsatu faktor bahkan ketiganya maka mereka ingin mengambil bagian di dalamnya dengan cara mereka masing-masing.

Bagaimana menciptakan pembelajaran seperti itu?
Tentu guru harus memiliki strategi, untuk merancang  strategi yang bermanfaat bagi siswa dalam memecahkan masalah sehari-hari itulah yang namanya pembelajaran yang kontekstual.  Howard Gardner, "kecerdasan adalah kemapuan untuk memecahkan masalah, atau membuat produk, yang dihargai dalam satu atau lebih pengaturan budaya"

Salahsatu strategi yang dapat dipakai oleh guru agar menyenangkan adalah menyamakan tujuan belajar siswa dengan tujuan mengajar guru. Untuk mencocokkan kedua tujuan tersebut dapat dicapai dengan cara guru merancang tujuan pembelajaran itu harus sesuai dengan kemampuan/tingkat berfikir siswa sehingga tujuan mengajar guru akan menjadi tujuan belajar siswa dan sebaliknya para siswa dapat merangkul tujuan mengajar gurunya, jangan merancang tujuan sesuai dengan tingkat berfikir/kemampuan pengetahuan gurunya, tentu siswa akan kesulitan.  Arahkan siswa dengan strategi guru agar dapat mengikuti maksud tujuan itu sesuai dengan kurikulum.
Startegi Mengajar dan Motivasi
Setelah siswa senang dalam pembelajaran maka mereka membawa cara masing-masing sebagai refleksi dari pola pikir mereka.  Arahkan cara masing-masing ini untuk menunjang tujuan belajar mereka.
Motivasi kepada siswa salah satu penentu keberhasilan mengajar guru  sehingga tujuan guru itu dapat diikuti siswa dengan baik dan tidak terpaksa.
Motivasi belajar siswa ditunjang oleh Emosional Siswa, emosional siswa yang positif maupun negatif dapat dipengaruhi oleh faktor sosial dalam bentuk hubungan interpersonal dengan temannya di sekolah, orang tua, dan gurunya.  Faktor ini dapat dibuktikan, siswa yang memiliki hubungan dengan orangtuanya buruk, perceraian, tinggal bersama orang lain atau walinya meskipun keluarga dekatnya.  Siswa yang kesulitan dari segi ekonomi mereka pulang sekolah langsung bekerja di bangunan, di bengkel atau mencarai uang lainnya, hubungan dengan teman yang  tak harmonis, semua ini dapat menghilangkan motivasi belajar siswa.
Strategi membangkitkan motivasi ini untuk menjaga siswa terlibat dalam pembelajaran yang menarik yang telah di rancang guru.
Jadi belajar yang menarik yang disajikan guru adalah tercipta dari motivasi siswa untuk belajar, motivasi positif akan timbul apabila siswa dalam kondisi emosional positif dari sekolah, lingkungan dan orangtuanya. Jadi peran guru adalah sangat luas untuk mengontrol siswa di sekolah dan emosional yang dalaminya dari lingkungannya.
 
Share:

BAB 1 Napak Tilas Penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia (Dasar Hukum Hak Asasi di Indonesia)



SEMESTER GANJIL KELAS X
BAB 1. NAPAK TILAS PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA

Kegiatan Belajar 3 : Dasar Hukum Hak Asasi di Indonesia
(Metode Inquiry)

A.   Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan mengumulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan, peserta didik dapat :
1.     Menjelaskan dasar hukum HAM di Indonesia,
2.     Menjelaskan pengaturan HAM dalam Konstitusi,
3.     Menjelaskan pengaturan HAM dalam Tap MPR,
4.     Menjelaskan pengaturan HAM dalam undang-undang,
5.     Menjelaskan pengaturan HAM dalam peraturan pemerintah dan keputusan presiden,
6.     Menerapkan perilaku jujur, disiplin, peduli dan pro aktif selama kegiatan pembelajaran.

Share:

BAB 1 Napak Tilas Penegakan Hak Asasi di Indonesia (Perlindungan dan Pemajuan HAM)


SEMESTER GANJIL KELAS X
BAB 1. NAPAK TILAS PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA

Kegiatan Belajar 2 : Perlindungan dan Pemajuan HAM
(Metode Diskusi)

A.   Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan mengkomunikasikan, maka peserta didik dapat :
1.     Menjelaskan hakekat hak asasi manusia dan periode pemajuan hak asasi manusia di Indonesia,
2.     Menjelaskan pentingnya perlindungan dan pemajuan HAM di Indonesia serta Instrumen nasional HAM,
3.     Menjelaskan partisipasi masyarakat dalam pemajuan, penghormatan, dan penegakan HAM di Indonesia,
4.     Menerapkan perilaku toleran, santun, responsive dan tanggung jawab selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Share:

Entri yang Diunggulkan

Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Pendekatan Saintifik

Sumber Gambar : www.referensiguru.com Adapun langkah operasional dari model pembelajaran discovery learning meliputi stimulation; pro...